Rabu, 13 Juni 2012

Manajemen Sumber Daya Manusia


Martin Handoko
NIM : 2010145004

PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

1.    Apa yang dimaksud dengan perencanaan SDM ? 
          Perencanaan SDM adalah suatu proses sistematis yang digunakan untuk memprediksi kebutuhan dan penyediaan SDM di masa yang akan datang di dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Hal ini berhubungan dengan perencanaan perusahaan / organisasi sehingga jumlah dan kriteria SDM yang dibutuhkan dalam setiap periode tertentu bisa di dapatkan, agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai dengan direncanakannya perekrutan calon karyawan yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan di dalam perusahaan tersebut.

2.    Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup perencanaan SDM!

a)    Tujuan Perencanaan SDM
         Tujuan dari perencanaan SDM adalah sangat penting untuk memastikan bahwa operasional perusahaan dapat terlaksana dengan baik. Ketika diramalkan ada kekurangan dibandingkan kebutuhan, maka perusahaan dapat melakukan perekrutan pegawai baru, promosi, dan transfer secara produktif sehingga tidak mengganggu kegiatan perusahaan. Tindakan-tindakan yang akan dilakukan harus direncanakan sebelumnya untuk memastikan atau meminimalkan gangguan pada rencana-rencana perusahaan. Jika jumlah pegawai lebih besar dari pada kebutuhan, itu mengindikasikan bahwa perusahaan kurang baik memanfaatkan sumber daya manusianya dan sebaliknya. Tujuan dari perencanaan SDM sendiri yaitu :

1)    Untuk menetukan kualitas dan kuantitas karyawan yang akan mengisi jabatan-jabatan di dalam perusahaan.
2)    Untuk menjamin tersedianya tenaga kerja dalam setiap periode, agar tugas di posisi tersebut selalu ada yang mengerjakan.
3)    Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
4)    Untuk mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi (KIS) sehingga produktivitas kerja meningkat.
5)    Untuk menghindari kekurangan atau kelebihan karyawan.

b)    Langkah-langkah Perencanaan SDM
          Langkah-langkah perencanaan SDM adalah apa saja yang akan dilakukan dalam rangka untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya dari aspek sumber daya manusia, dan fokus perhatian perencanaan SDM ditujukan pada proses perkiraan dan penentuan kebutuhan SDM di masa depan di dalam perusahaan tersebut. Langkah-langkah tersebut di antaranya :

1)    Analisis beberapa faktor penyebab perubahan kebutuhan sumber daya manusia.
2)    Menentukan SDM yang sedang dibutuhkan.
3)    Menentukan SDM yang dibutuhkan untuk masa yang akan datang.
4)    Anasisis ketersediaan SDM dan kemampuan perusahaan.

c)     Pelaksanaan Perencanaan SDM
          Pelaksanaan perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dan data, informasi, perkiraan dan perencanaan yang baik. Dengan dilakukannya hal tersebut maka resiko relatif kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu, dan juga data dan informasinya harus akurat, serta analisis yang baik dan benar agar tepat sesuai dengan yang direncanakan.

d)    Sistem Perencanaan SDM
          Perencanaan baru dapat dilakukan dengan baik dan benar jika informasi tentang  job analisis, organisasi, dan situasi persediaan SDM telah diketahui. Sistem perencanaan SDM pada dasarnya meliputi prakiraan (estimasi) pemintaan/ kebutuhan dan penawaran/ penyediaan SDM.  Estimasi permintaan SDM dapat dibagi dengan dua cara, yakni:
1)    Estimasi suplai internal
Hal ini dilakukan untuk menghitung karyawan yang ada, tapi juga mengaudit untuk mengevaluasi kemampuan-kemampuan mereka.

2)    Estimasi suplai external
Tidak setiap lowongan yang dipenuhi terdapat langsung persediaan SDM. Kebutuhan SDM yang harus dipenuhi dari sumber suplai eksternal dapat diperoleh dengan menganalisis pasar tenaga kerja (labor market). Selain perlu perbaikan trend kondisi kependudukan (demografi) dan sikap masyarakat terhadap perusahaan/lembaga lainnya. 


e)     Metode Perencanaan SDM
          Metode perencanaan SDM dibagi menjadi 2, yaitu metode nonilmiah dan metode ilmiah. Metode nonilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, inajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaannya saja. Metode ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan perkiraan dari perencanaannya. Perencanaan SDM semacam ini resikonya relatif kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu. 

3. Kenapa perencanaan SDM sangat diperlukan oleh organisasi, khususnya bagian HRD ?

          Karena SDM adalah faktor yang sangat penting bagi kelangsungan sebuah organisasi, sehingga diperlukan perencanaan yang tepat untuk mencari calon karyawan/SDM yang sesuai dengan kebutuhan dan juga tujuan dari organisasi. Karena apabila tidak ada perencanaan SDM, maka sebuah organisasi akan sulit untuk mencapai tujuan atau keberhasilan karena mengangkat karyawan yang tidak tepat/tidak sesuai dengan kebutuhan dari organisasi. Dan karena tugas utama dari HRD antara lain adalah merekrut calon karyawan, maka HRD harus mempunyai perencanaan-perencanaan SDM yang tepat, agar pada saat mulai awal proses dari pencarian calon karyawan, bisa dicari calon karyawan yang sesuai dengan kebutuhan dari organisasi, yang tentu saja harus calon karyawan dengan kualitas yang baik atau ahli di bidang yang nanti akan dikerjakan setelah calon karyawan tersebut diangkat menjadi karyawan di dalam organisasi tersebut.
          Selain itu perencaan SDM diperlukan agar HRD mengetahui dengan pasti calon karyawan seperti  apa yang dibutuhkan dan untuk posisi apa di dalam organisasi tersebut, agar tidak terjadi pengangkatan karyawan, akan tetapi ternyata karyawan tersebut diangkat di posisi yang sebenarnya tidak sedang dibutuhkan oleh organisasi tersebut, yang tentu saja hal ini akan menyebabkan tidak maksimalnya pemanfaatan SDM di dalam organisasi, yang tentu merugikan bagi organisasi karena harus membayar karyawan yang sebenarnya tidak sedang dibutuhkan untuk menduduki posisi tersebut di dalam organisasi. Dan perencanaan SDM juga sangat penting untuk pengendalian jenis dan jumlah karyawan di dalam organisasi agar tidak terjadi terlalu banyak karyawan tetapi produktifitas organisasi tidak maksimal karena karyawan yang mengisi posisi yang salah / tidak sedang dibutuhkan di organisasi.

4.    Kenapa perencanaan SDM melibatkan lingkungan  eksternal ?

                Karena perubahan-perubahan lingkungan eksternal sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka panjang. Contohnya antara lain :

a)    Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar tetapi sulit diprediksi. Sebagai contoh tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga sering merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.
b)    Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai peranan penting pada perencanaan SDM melalui berbagai peraturan di bidang personalia, perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.
c)     Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan SDM di dalam organisasi. Sebagai contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.

Seminar Mengenai HIV AIDS


Martin Handoko
NIM : 2010145004


AIDS

          AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau  Human Immunodeficiency Virus. HIV adalah virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit dan akan susah untuk dapat sembuh karena sistim kekebalan tubuh yang telah rusak. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan secara total.
          HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam tubuh manusia atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina,  dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), tranfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut yang ditularkan oleh penderita AIDS.
          Penularan HIV yang terbanyak adalah karena hubungan sex, kedua gay/lesbian, ketiga penggunaan obat-obatan terlarang melalui jarum suntik, dan yang terakhir adalah yang ditularkan dari ibu ke anaknya. Lalu HIV hanya bisa hidup dalam DNA makhluk hidup yang mirip seperti manusia, untuk pada hewan contohnya kera. Jadi HIV tidak dapat hidup pada hewan lain yang DNA nya tidak sama dengan manusia. Dan juga HIV tidak dapat hidup dalam udara terbuka, karena virus tersebut hanya bisa hidup dalam kondisi yang sama seperti di dalam tubuh manusia.
          Ada beberapa syarat dapat terjadinya penularan dari HIV, yaitu :
1)    HIV dalam jumlah yang cukup untuk dapat menginfeksi tubuh manusia.
2)    Ada pintu masuk bagi HIV tersebut untuk memasuki tubuh manusia.
3)    Penggunaan jarum suntik secara bergantian.
4)    Hubungan sex.
     Dan untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya HIV di dalam tubuh manusia, dapat dilakukan pengecekan kesehatan atau terapi anti virus di rumah sakit, dan indikasi apabila ada HIV di dalam tubuh manusia adalah tubuh manusia menghasilkan antibodi untuk HIV, sama halnya apabila manusia sakit Flu, maka secara otomatis tubuh manusia akan menghasilkan antibodi untuk virus Flu itu sendiri.
     Akan tetapi virus HIV bukanlah virus yang mudah masuk ke dalam tubuh manusia asalkan kita tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan masuknya HIV ke dalam tubuh kita. Jadi apabila ada penderita AIDS positif di sekitar kita, janganlah kita menjauhi atau mengucilkan mereka, karena mereka membutuhkan dukungan dari kita untuk terus dapat bertahan hidup walaupun ada penyakit mematikan yang ada di dalam tubuh mereka.

Kamis, 31 Mei 2012

Manajemen Sumber Daya Manusia


Martin Handoko
NIM : 2010145004

Ruang Lingkup, Fungsi, serta Peran
Manajemen Sumber Daya Manusia

1.     Ruang Lingkup MSDM :
Tugas MSDM berkisar pada upaya mengelola unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefektif mungkin sehingga dapat diperoleh sumber daya manusia yang puas dan memuaskan bagi organisasi, sehingga dapat mendatangkan keuntungan ataupun kemajuan bagi perusahaan/organisasi.
Ruang lingkup dari MSDM adalah aktifitas-aktifitas dari MSDM dan mencakup pada:
v Rancangan Organisasi: suatu bentuk perencanaan dari organisasi mengenai program atau kegiatan yang perlu dilakukan sebelum dan selama perusahaan beroperasional, meliputi :
1.     Perencanaan SDM
2.     Analisis pekerjaan
3.     Rancangan pekerjaan
4.     Tim kerja
5.     Sistem informasi

v Staffing: merencanakan proses pemilihan karyawan dan seperti apa kriteria karyawan yang diinginkan/dibutuhkan bagi kelancaran operasional perusahaan, dan juga mempertimbangkan mengenai pengangkatan jabatan karyawan, rolling karyawan, dan lain sebagainya, yang meliputi :
1.     Rekrut/interview/memperkerjakan
2.     Affirmative action
3.     Promosi/pemindahan/separasi
4.     Pelayanan outplacement
5.     Pengangkatan/orientasi
6.     Metode seleksi pekerja.

v Sistem Reward: mempertimbangkan dan menangani tentang pemberian reward bagi karyawan perusahaan yang berpatokan pada loyalitas atau prestasi kerja karyawan, serta sesuai dengan peraturan atau kontrak yang telah berlaku, meliputi :
1.     Program keamanan
2.     Prosedur pengaduan/disiplin
3.     Pelayanan kesehatan/medis
4.     Administrasi kompensasi
5.     Administrasi pengupahan
6.     Administrasi tunjangan
7.     Rencana pensiun
8.     Hubungan kerja

v Management Performansi: melakukan suatu bentuk evaluasi yang berguna untuk mengetahui perkembangan perusahaan, dengan cara membuat suatu penilaian baik di dalam maupun di luar lingkup perusahaan, dengan menilai mengenai produktifitas, sistem management, dan juga melalui kepuasan klien. Contoh :
1.     Penilaian management/MBO
2.     Program produktifitas
3.     Penilaian difokuskan pada klien

v Pengembangan Pekerja dan Organisasi: mengadakan suatu bentuk pelatihan untuk seluruh karyawan di dalam perusahaan, agar kemampuan yang dimiliki oleh karyawan selalu terus berkembang, yang sangat berguna untuk kelancaran operasional maupun untuk kemajuan ataupun perkembangan perusahaan, dan juga agar tidak tertinggal dari perusahaan lain. Contoh :
1.     Pengembangan pengawasan/management
2.     Perencanaan / pengembangan karier
3.     Program pembinaan pekerja
4.     Pelatihan ketrampilan non management
5.     Program persiapan persiun
6.     Penilaian terhadap sikap pekerja

v Komunikasi dan Hubungan Masyarakat: selalu menjalin komunikasi yang baik dengan semua karyawan ataupun masyarakat di sekitar perusahaan, agar dapat mengetahui apa ada kesulitan karyawan di dalam bekerja, dan juga berguna untuk menjalin hubungan yang baik dengan semua karyawan maupun masyarakat sekitar, agar dapat menciptakan kondisi lingkungan kerja yang kondusif dan kerjasama yang baik antar pekerja dan juga kerjasama dari masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi, agar proses operasional/produktifitas dari perusahaan dapat berjalan dengan lancar. Contoh :
1.     Sistem informasi SDM
2.     Komunikasi pekerja
3.     Penelitian SDM
4.     Kegiatan sosial.

2.     Fungsi dan Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia terdiri dari dua fungsi, yaitu fungsi manajemen dan fungsi operasional .

v Fungsi Manajemen (FM) : menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan kegiatan atau program serta persiapan bagi perusahaan sebelum dan sesudah perusahaan beroperasi, yang bertujuan untuk mempertahankan konsistensi serta kualitas perusahaan, yang meliputi :

1.     Fungsi Perencanaan : Menentukan/merencanakan terlebih dahulu program yang akan dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, agar kegiatan/program yang dilakukan benar-benar langsung mengarah pada tujuan perusahaan.
2.     Fungsi Pengorganisasian\Organize : Merancang susunan dari berbagai hubungan antara jabatan, personalia, dan faktor-faktor fisik, yang sangat berguna bagi kelancaran operasioanal perusahaan.
3.     Fungsi Pengarahan (Actuating\Directing) : mengarahkan atau membina karyawan di dalam melaksanakan pekerjaan, dan mengusahakan agar karyawan mau bekerjasama secara efektif
4.     Fungsi Pengkoordinasian : berkoordinasi/bekerjasama dengan jabatan lain guna membahas semua hal yang terjadi di dalam perusahaan, dan untuk mendapatkan jalan keluar apabila terjadi masalah, dan agar terjalin komunikasi atau hubungan yang baik antar jabatan di dalam perusahaan.
5.     Fungsi Pengendalian/Controlling : Mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana yang telah dibuat dan mengoreksinya apabila terjadi penyimpangan, atau kalau perlu menyesuaikan kembali rencana yang telah dibuat.

v Fungsi Operasional terdiri atas :

  1. Fungsi Pengadaan : Penentuan kriteria/mutu karyawan serta jumlah karyawan yang tepat, yang dibutuhkan untuk operasional perusahaan agar tidak sampai terjadi kebanyakan karyawan atau terjadinya pemecatan karena terlalu banyak karyawan, akan tetapi produktifitas perusahaan tidak maksimal dikarenakan mutu karyawan yang kurang bagus (menentukan keberhasilan rekruitmen melalui prosedur yang tepat).
  2. Fungsi Pengembangan : Untuk perbaikan efektivitas kerja dengan cara memperbaiki pengetahuan, ketrampilan maupun sikap karyawan melalui kegiatan pelatihan bagi seluruh karyawan sesuai dengan bidang mereka masing-masing, agar mutu karyawan terus meningkat.
  3. Fungsi Pemberi Kompensasi : suatu bentuk balas jasa dari perusahaan kepada karyawan, berwujud uang atau yang lainnya sesuai dengan pengorbanan/kontribusi karyawan bagi perusahaan. Upah adalah bagian dari kompensasi, dapat pula berbentuk fasilitas-fasilitas lain yang dapat dinilai dengan uang. Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan loyalitas kerja karyawan, karena dengan perusahaan menghargai karyawan, maka karyawan juga akan menghargai dan loyal dengan perusahaan yang sangat berguna untuk mencegah terjadinya mogok kerja ataupun menurunnya kualitas kerja/produksi dari karyawan yang tentu saja dapat merugikan bagi perusahaan.
  4. Fungsi Integrasi : Tercapainya sinergi antara karyawan dan perusahaan untuk tujuan masing-masing yang berbeda. Karena dengan karyawan yang memiliki kualitas kerja yang baik, maka perusahaan akan menjadi maju dan berkembang, dan juga menguntungkan bagi karyawan yaitu karyawan mendapatkan gaji yang tinggi dan pekerjaan yang terjamin. (Teori kebutuhan Maslow dan motivasi XY Mc Gregor dan Mc Lelland)
  5.  Fungsi Pemeliharaan : Perusahaan memelihara kemampuan dan sikap karyawan melalui program pemberian pelayanan, agar dapat menciptakan SDM yang berkualitas dari segala sisi, yang juga berguna untuk membentuk citra suatu perusahaan di kalangan masyarakat luas.
  6. Fungsi Keselamatan dan Kesehatan : Setiap perusahaan wajib untuk memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus menerus tentang pentingnya keselamatan kerja Suatu program keselamatan kerja yang efektif dapat mengurangi jumlah kecelakaan dan meningkatkan kesehatan tenaga kerja secara umum. Departemen sumber daya manusia mempunyai tanggung jawab utama untuk mengadakan pelatihan tentang keselamatan kerja, mengidentifikasi dan memperbaiki kondisi yang membahayakan tenaga kerja, dan melaporkan adanya kecelakaan kerja.
  1. Fungsi Penelitian Individu dan Perusahaan: Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan oleh departemen sumber daya manusia adalah penyebab terjadinya ketidakhadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik, dan penyebab ketidakpuasan tenaga kerja. Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang menyinggung masalah ini. Hasilnya digunakan menilai apakah kebijakan yang sudah ada perlu diadakan perubahan atau tidak.



v Peran Manajemen Sumber Daya Manusia :

A.   Konsultan Internal/Counseling Role : Dalam peran ini, departemen sumber daya manusia berperan sebagai konsultan internal yang bertugas mengumpulkan informasi, menentukan permasalahan, menentukan solusi atas masalah tersebut, dan memberikan bantuan serta panduan dalam memecahkan permasalahan sumber daya manusia yang dihadapi oleh perusahaan. Peran departemen sumber daya manusia ini nampak dalam tanggung jawabnya mengenai staffing, performance evaluation, program pelatihan, dan pemutusan hubungan kerja. Dalam hal ini, departemen sumber daya manusia menyediakan masukan yang membantu para manajer untuk mengambil keputusan.
B.   Service Role/Pelayanan : Dalam peran ini departemen sumber daya manusia melakukan aktivitas yang memberikan pelayanan secara langung kepada pihak manajer. Sebagai contoh antara lain penarikan, pelatihan orientasi, melakukan pencatatan, dan melaporkan pekerjaan.
C.   Control Role/Pengaturan : Dalam melaksanakan peran ini, departemen sumber daya manusia bertugas untuk mengendalikan fungsi manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. Departemen sumber daya manusia mengeluarkan kebijakan dan mengendalikan sumber daya manusia melalui kebijakan tersebut, sehingga departemen sumber daya manusia berperan sebagai wakil pihak top management perusahaan. Dengan adanya berbagai peraturan, peran ini semakin penting dalam mengatur masalah keselamatan kerja, kesempatan kerja yang sama, hubungan tenaga kerja, dan kompensasi.

Rabu, 30 Mei 2012


TUGAS MICE 1
SEE JAKARTA, JOGYAKARTA AND ITS FASCINATING )
Martin Handoko
NIM : 2010145004

Berdasarkan jumlah peserta yang sebanyak 210 orang dengan rincian 140 orang berada di Jakarta, dan 70 orang berada di Jogjakarta, maka akan diadakan paket perjalanan wisata yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 1 minggu untuk semua peserta di masing-masing daerah. Dan setelah sebelumnya semua peserta sudah check in di hotel di masing-masing daerah, maka keesokan harinya akan diadakan tour wisata, yaitu sebagai berikut :
Jakarta
A.   Untuk hari pertama dan kedua, akan diadakan tour wisata bagi para peserta yang ada di Jakarta, untuk mengunjungi tempat-tempat hiburan dan juga untuk shopping dengan menggunakan transportasi bus pariwisata sejumlah 2 unit, dengan perincian :
1)    HARI PERTAMA( Wisata Hiburan )
Pkl 07:00 – 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 09:00 – 11:00 WIB
Mengunjungi Seaworld Indonesia
Pkl 11:30 – 12:30 WIB
Makan Siang di Kedai Bonanza, Dufan
Pkl 12:30 – 17:00WIB
Mengunjungi Dunia Fantasi
Pkl 17:00 WIB
Kembali ke Hotel
Pkl 19:00 – 20:00 WIB
Makan  malam di Hotel
Pkl 20:30 – 22:00 WIB
Menikmati suasana malam Kota Jakarta dengan berkeliling kota
Pkl 22:00 WIB
Kembali ke Hotel dan beristirahat.

2)    HARI KEDUA( Wisata Belanja )
Pkl 07:00 -08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 10:00 – 15:00 WIB
Mengunjungi WTC Mangga Dua dan Mall Taman Anggrek ( Diselingi dengan makan siang pada Pkl 12:00 WIB )
Pkl 15:30
Kembali ke Hotel
Pkl 18:00 – 21:00 WIB
Menikmati wisata kuliner Pecenongan
Pkl 21:00
Kembali ke hotel untuk beristirahat

B.   Untuk hari ketiga dan keempat, akan diadakan tour yang berhubungan dengan alam dan juga budaya, meliputi :
3)    HARI KETIGA( Wisata Alam )
       Pkl 06:00 - 07:00 WIB      
Breakfast di Hotel
Pkl 08:00 – 16:00 WIB
Wisata ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
Pkl 17:00 WIB
Kembali ke hotel untuk beristirahat.

4)    HARI KEEMPAT ( Wisata Sejarah dan Budaya )
       Pkl 07:00 - 08:00 WIB      
Breakfast di Hotel
Pkl 09:00 – 11:30 WIB
Mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari Indonesia
Pkl 12:00 – 13:00 WIB
Makan siang
Pkl 14:00 – 16:00 WIB
Mengunjungi Monumen Nasional ( Monas ) dan Mesjid Istiqlal
Pkl 16:00
Kembali ke Hotel
Pkl 18:00 – 21:00 WIB
Menikmati wisata malam di Kota Tua Jakarta sembari makan malam
Pkl 21:00 WIB
Kembali ke Hotel untuk beristirahat.



C.   Untuk hari terakhir, akan diadakan wisata yang akan memperkenalkan semua adat istiadat di Indonesia untuk lebih mengoptimalkan kegiatan wisata ini, meliputi :
5)    HARI KELIMA
Pkl 07:00 - 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 10:00 – 12:00 WIB
Mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah
Pkl 12:00 – 13:00 WIB
Makan Siang
Pkl 14:00 – 17:00 WIB
Berkunjung ke Desa Wisata Betawi Setu Babakan
Pkl 17:00 WIB
Kembali ke Hotel untuk beristirahat.


JOGJAKARTA
  1. Tour wisata bagi para peserta yang ada di Jogjakarta, dilakukan bersamaan dengan hari dimana peserta dari Jakarta mulai tour. Untuk hari pertama dan kedua, akan diadakan untuk mengunjungi tempat-tempat hiburan dan juga untuk shopping dengan menggunakan transportasi bus pariwisata sejumlah 1 unit, dengan perincian :
1)    HARI PERTAMA ( Wisata Hiburan )
Pkl 07:00 – 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 09:00 – 11:00 WIB
Berkunjung ke Tamansari
Pkl 11:00 – 12:00 WIB
Makan siang
Pkl 13:00 – 14:30 WIB
Berkunjung ke Kebun Binatang Gembiraloka ( diselingi makan siang pada pukul 12:00 WIB )
Pkl 15:00 - 17:00 WIB
Mengunjungi Pantai Parang Tritis
Pkl 17:30
Kembali ke Hotel untuk beristirahat

2) HARI KEDUA ( Wisata Belanja )
Pkl 07:00 – 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 09:00 – 11:00 WIB
Berkunjung ke kampung batik Ngasem
Pkl 11:00 – 12:00 WIB
Makan siang
Pkl 12:30 – 14:00 WIB
Berkunjung ke Museum Batik, Jogja
Pkl 14:30 – 15:30 WIB
Berkunjung ke Taman Budaya Yogyakarta
Pkl 16:30 – 19:00 WIB
Mengunjungi kawasan Malioboro dan makan malam
Pkl 19:00 WIB
Kembali ke Hotel untuk beristirahat

B. Untuk hari ketiga dan keempat, akan diadakan tour yang berhubungan dengan alam dan juga budaya, meliputi :
3) HARI KETIGA (Wisata Alam )
Pkl 07:00 – 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 09:00 – 10:30 WIB
Berkunjung ke pantai Parang Tritis
Pkl 11:30 – 13:30 WIB
Berkunjung ke Ketep Pass, Merapi View
Pkl 14:30 – 16:30 WIB
Berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng
Pkl 17:30 WIB
Kembali ke Hotel
Pkl 19:00 – 21:00 WIB
Wisata kuliner di Sentra Gudeg Wijilan
Pkl 21:00 WIB
Kembali ke Hotel untuk istirahat

4) HARI KEEMPAT ( Wisata Sejarah dan Budaya )
Pkl 07:00 – 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 09:00 – 11:00 WIB
Berkunjung ke Candi Prambanan
Pkl 11:00 – 12:00 WIB
Makan siang
Pkl 13:00 – 15:00 WIB
Berkunjung ke Candi Borobudur
Pkl 16:00 – 17:00 WIB
Berkunjung ke Keraton Jogjakarta
Pkl 17:00 WIB
Kembali ke Hotel
Pkl 19:00 WIB – 21:00 WIB
Menikmati suasana malam Kota Jogjakarta dengan berkeliling kota dan makan malam
Pkl 21:00 WIB
Kembali ke Hotel untuk beristirahat

C. Untuk hari terakhir, akan diadakan beberapa wisata lain untuk lebih mengoptimalkan kegiatan wisata ini, meliputi :
5. HARI KELIMA
Pkl 07:00 – 08:00 WIB
Breakfast di Hotel
Pkl 10:00 – 11:30 WIB
Berkunjung ke Museum Bahari Jogjakarta
Pkl 11:30 – 12:30 WIB
Makan siang
Pkl 13:30 – 15:30 WIB
Berkunjung ke Eko Wisata Kaliurang
Pkl 16:30 – 18:00 WIB
Berkunjung ke Kampung Pecinan Ketandan
Pkl 18:30 WIB
Kembali ke Hotel dan beristirahat.